Agenda BKM / Psychorawitan

Psychorawitan: Berkarakter, Berkreasi, dan Berbudaya

gamelan

Psychorawitan merupakan nama dari sebuah komunitas seni karawitan yang berada di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Komunitas seni ini beranggotakan mahasiswa dan mahasiswi dari angkatan 2011 hingga 2015. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal  22 Februari 2016. Para mahasiswa mendapatkan informasi mengenai kegiatan baru ini melalui SIT Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diadakan dengan maksud untuk memanfaatkan perlengkapan gamelan yang sudah ada (bertempat di G-100) dan untuk membentuk karakter serta mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Psikologi UGM di ranah kesenian tradisional, khususnya karawitan.Gamelan merupakan seperangkat alat musik yang harus dimainkan secara bersamaan dan membutuhkan kerjasama serta rasa saling keterikatan untuk dapat menghasilkan suatu harmoni yang indah. Gamelan Jawa memiliki filososfi keselarasan hidup antara jasmani dan rohani serta toleransi antar sesama manusia. Dengan mengangkat filosofi terebut, kegiatan gamelan di Fakultas Psikologi UGM dapat menjadi salah satu pembentuk karakter kepribadian yang positif, sehat, dan mampu bertoleransi serta bekerjasama, khususnya bagi warga Fakultas Psikologi UGM. Dari berbagai gendhing yang dialunkan pun menghasilkan suara yang lembut sehingga dapat memberi ketenangan bagi pendengar.

Salah satu visi yang dimiliki kelompok karawitan Fakultas Psikologi UGM baik untuk mahasiswa maupun dosen dan karyawan adalah menjadikan gamelan sebagai salah satu cara pembentukan karakter Jawa yang realistis untuk diwujudkan.

“Bagaimanapun kita ada di Yogyakarta dan karakter utama di sini adalah karakter kepribadian Jawa. Melalui kegiatan gamelan ini diharapkan nantinya dapat membentuk dan memberikan sentuhan karakter kepribadian nilai budaya Jawa tersebut, sehingga ketika ingin mempelajari unsur kepribadian dan karakter lain, kita sudah memiliki karakter dasar sebagai acuan dalam berkarakter,” tutur Rahmat Hidayat selaku pembina Psychorawitan.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa karawitan adalah sebuah seni  yang sudah ketinggalan zaman untuk dipelajari dan ditampilkan di masyarakat. Anak-anak zaman sekarang cenderung memilih alat musik yang terlihat lebih keren dan kekinian.

“Awalnya saya ragu untuk ikut karawitan karena berkesan jadul, namun sekarang karawitan sudah menjadi rumah baru bagi saya. Saya pun berharap semoga ke depannya nanti menjadi lebih terstruktur dan bisa melalang buana dengan membawa nama Fakultas Psikologi UGM,” kesan dan harapan dari Sedyawati Hutami salah satu mahasiswi yang tergabung dalam keanggotaan Psycorawitan.

Hingga saat ini anggota Psychorawitan berjumlah 59 orang. Dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat jadwal latihan mengingat banyaknya anggota yang tergabung dalam Psychorawitan. Karawitan dilaksanakan setiap hari Senin pukul 16.30-18.00, Selasa pukul 19.30-21.00, Kamis pukul 16.00-17.30, dan Jumat pukul 16.30-18.00. Psychorawitan tidak menutup untuk menerima mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Psikologi UGM yang berminat dan ingin bergabung dengan kesenian tradisional karawitan ini.

Meskipun belum lama terbentuk, komunitas ini sudah tampil dengan sukses sebagai pengisi hiburan pada tiga acara. Acara pertama adalah Kolokium AP2TPI ke-26 pada tanggal 12 April 2016 lalu. Kolokium AP2TPI merupakan acara Pengayaan Pendidikan Psikologi Indonesia dan pada acara ini Psychorawitan sempat berkolaborasi dengan Uncle Friz Band dalam lagu terakhirnya yang ditampilkan. Acara kedua adalah Pakar Sekarsiswa. Kegiatan ini merupakan “latihan bersama” antara kelompok karawitan mahasiswa dengan kelompok dosen-karyawan yang dipentaskan secara bergantian pada tanggal 15 April 2016 di Hall gedung D Fakultas Psikologi UGM. Acara ketiga adalah Puncak SPARTA 2016 yang dilaksanakan tanggal 29 April 2016.

Kegiatan-kegiatan Psychorawitan merupakan kegiatan yang bersifat apresiasi terhadap kesenian tradisional. Dengan berbagai pentas yang ditampilkan memiliki maksud untuk memberi impresi positif terharap orang lain yang menyaksikan.

“Harapannya, Psychorawitan ini dapat terus berkembang, dapat mengelola kegiatan, dan memiliki program-program yang terstruktur. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat memicu kreativitas mahasiswa untuk terus mengekspresikan kreativitas, karakter dan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dan semangat mahasiswa dalam berseni. Membawa banyak manfaat untuk kedepannya dan juga menjadikan mahasiswa kental dalam berbudaya khususnya budaya jawa,” pungkas Rahmat. [Lia]

sumber gambar: psikologi.ugm.ac.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s