event / Hardnews

Menyiapkan Diri untuk Menghadapi Kesempatan

ImageSabtu (21/12) lalu, Badan Penerbitan Pers Mahasiswa Psikomedia menggelar seminar Psikologi Festival Jurnalistik 3 (Sikolastik). Seminar bertajuk Improve Yourself to Get A Chance ini bertempat di G 400 Fakultas Psikologi. Hadir Awang Adjiewasita, Penyiar Radio Geronimo FM dan Bernard Batubara, Penulis Radio Galau sebagai pembicara.

Awang mengawali seminar tentang materi mengenai public speaking. Ia menerangkan, hal paling penting dalam berkomunikasi adalah menyampaikan sesuatu dengan baik sehingga membuat orang lain nyaman. “Nyaman itu kunci. Benahi terus diri dalam komunikasi untuk mendapat yang diinginkan,” ujarnya. Ia menambahkan, dalam pertemuan pertama, 90% kesan seseorang ditangkap dalam 90 detik pertama. “Kalau bertemu orang itu perhatikan waktu awal. Itulah yang menentukan ingin dinilai seperti apakah kita,” terangnya.

Menurut Awang, dalam berkomunikasi, seseorang perlu menjadi menyenangkan dan mengeluarkan kemampuan yang dimiliki. Selain itu, kejujuran juga dapat membantu kedua belah pihak yang berkomunikasi menemukan kenyamanan. “Kalau bisa memuaskan orang lain, kesempatan itu pasti akan datang. Sebab kesempatan itu diberikan pada orang yang memang sudah siap,” ungkapnya.

Sementara itu, Bernard Batubara atau yang akrab disapa Benzbara, menerangkan tentang mengambil kesempatan dalam dunia tulis menulis. Ia mengisahkan tentang beberapa pengalaman sebelum tulisannya bisa tembus surat kabar dan penerbit. Salah satunya adalah ketika puisinya masuk surat kabar nasional setelah ia berusaha setahun lebih. “Kesempatan untuk tembusnya memang kecil, tapi tidak peduli beberapa tahun lagi, harus dicoba,” ujarnya.

Bagi Benzbara, menulis adalah bagaimana cara membuat orang lain percaya pada apa yang ia tulis. Dalam dunia kepenulisan, ia tidak ingin berhenti pada satu titik. Ia ingin mencoba beberapa genre tulisan lain seperti horor dan fantasi, meski terkenal dengan genre romance. “Harus menyeimbangkan selera pasar dan idealisme. Ketika romance, itu berarti saya mengikuti selera pasar, sementara ketika coba genre lain, itu idealisme saya,” tuturnya.

Titis, ketua panitia, menerangkan bahwa tema pengembangan diri dipilih karena isu mengenai soft skill mulai sering diangkat. “Agar tidak kalah saing, kita memfasilitasi itu,” terangnya. Ia berharap acara ini dapat membantu dan bermanfaat bagi peserta.

Salah satu peserta, Akhmad mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya terinspirasi untuk menulis buku. “Semoga materinya bisa diterapkan,” katanya. Nandan, peserta seminar mengatakan bahwa apa yang dibicarakan kedua pembicara seru dan menambah wawasan. “Lucu, pembicara bisa memberi sesuatu yang berbeda,” ujarnya. [Shiane]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s